logo
Laporan Posbakum Pengadilan Negeri Lembata NoFileLink1Laporan Posbakum Mei 2020 Baca Selengkapnya
Hasil Penilaian Lomba PTSP Tahap I Tahun 2020 Baca Selengkapnya
Evaluasi Implementasi SIPP (EIS) tertinggi dan yang belum mencapai standar EIS Periode Juli 2020 Baca Selengkapnya
KETUA MAHKAMAH AGUNG RESMIKAN RUANG PTSP, PTSP ONLINE, BANK DATA, CALL CENTER DAN APLIKASI VISION KETUA MAHKAMAH AGUNG RESMIKAN RUANG PTSP, PTSP ONLINE, BANK DATA, CALL CENTER DAN APLIKASI VISION PADA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA Jakarta… Baca Selengkapnya
RILIS APLIKASI SIPP TINGKAT PERTAMA DAN TINGKAT BANDING VERSI 4.0.0 SERTA RILIS APLIKASI eCOURT VERS Jakarta-Humas. Berdasarkan surat Sekretaris Mahkamah Agung RI, Nomor : 1188/SEK/HM.02.3/7/2020 tanggal 27 Juli 2020, tentang Rilis Aplikasi SIPP Tingkat Pertama dan Tingkat Banding Versi… Baca Selengkapnya
Apel Pagi,Senin 03 Agustus 2020 Apel pagi hari Senin tanggal 03 Agustus 2020 dilaksanakan didepan gedung kantor Pengadilan Negeri Lembata,yang diikuti segenap warga PN Lembata baik Hakim,ASN,Tenaga Pramu Bhakti dan juga petugas kemananan. Pada kesempatan… Baca Selengkapnya
SK Ketua Pengadilan Negeri Lembata tentang Panjar Biaya Perkara 2020 Lampiran    : KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI LEMBATA KELAS IINomor        : Baca Selengkapnya

Website ini mendukung fitur "text to speech". Silahkan seleksi text untuk mendengarkan audio

Prosedur Perkara Perdata Banding

  1. Berkas perkara diserahkan pada Panitera Muda Perdata sebagai petugas pada meja/loket pertama, yang menerima pendaftaran terhadap permohonan banding.
  2. Permohonan banding dapat diajukan di kepaniteraan pengadilan negeri dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender terhitung keesokan harinya setelah putusan diucapkan atau setelah diberitahukan kepada pihak yang tidak hadir dalam pembacaan putusan. Apabila hari ke 14 (empat belas) jatuh pada hari Sabtu, Minggu atau Hari Libur, maka penentuan hari ke 14 (empat belas) jatuh pada hari kerja berikutnya.
  3. Terhadap permohonan banding yang diajukan melampaui tenggang waktu tersebut di atas tetap dapat diterima dan dicatat dengan membuat surat keterangan panitera bahwa permohonan banding telah lampau.
  4. Panjar biaya banding dituangkan dalam SKUM, dengan peruntukan:
    1. Biaya pencatatan pernyataan banding;
    2. Biaya banding yang ditetapkan oleh ketua pengadilan tinggi ditambah biaya pengiriman ke rekening pengadilan tinggi;
    3. Ongkos pengiriman berkas;
    4. Biaya pemberitahuan (BP):
      1. BP akta banding;
      2. BP memori banding;
      3. BP kontra memori banding;
      4. BP untuk memeriksa berkas bagi pembanding;
      5. BP untuk memeriksa berkas bagi terbanding;
      6. BP putusan bagi pembanding;
      7. BP putusan bagi terbanding;
    5. SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) dibuat dalam rangkap tiga:
      1. lembar pertama untuk pemohon;
      2. lembar kedua untuk kasir;
      3. lembar ketiga untuk dilampirkan dalam berkas permohonan.
    6. Menyerahkan berkas permohonan banding yang dilengkapi dengan SKUM kepada yang pihak bersangkutan agar membayar uang panjar yang tercantum dalam SKUM kepada pemegang kas Pengadilan Negeri.
    7. Pemegang kas setelah menerima pembayaran menandatangani, membubuhkan cap stempel lunas pada SKUM.
    8. Pemegang kas kemudian membukukan uang panjar biaya perkara sebagaimana tercantum dalam SKUM pada buku jurnal keuangan perkara.
    9. Pernyataan banding dapat diterima apabila panjar biaya perkara banding yang ditentukan dalam SKUM oleh meja pertama telah dibayar lunas.
    10. Apabila panjar biaya banding yang telah dibayar tunas maka pengadilan wajib membuat akta pemyataan banding dan mencatat permohonan banding tersebut dalam register induk perkara perdata dan register permohonan banding.
    11. Permohonan banding dalam waktu 7 hari kalender harus telah disampaikan kepada lawannya, tanpa perlu menunggu diterimanya memori banding.
    12. Tanggal penerimaan memori dan kontra memori banding harus dicatat dalam buku register induk perkara perdata dan register permohonan banding, kemudian salinannya disampaikan kepada masing-¬masing lawannya dengan membuat relaas pemberitahuan/penyerahannya.
    13. Sebelum berkas perkara dikirim ke pengadilan tinggi harus diberikan kesempatan kepada kedua belah untuk mempelajari/memeriksa berkas perkara (inzage) dan dituangkan dalam Relaas.
    14. Dalam waktu 30 hari sejak permohonan banding diajukan, berkas banding berupa berkas A dan B harus sudah dikirim ke Pengadilan Tinggi.
    15. Biaya perkara banding untuk pengadilan tinggi harus disampaikan melalui Bank pemerintah/ kantor pos, dan tanda bukti pengiriman uang harus dikirim bersamaan dengan pengiriman berkas yang bersangkutan.
    16. Pencabutan permohonan banding diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang ditandatangani oleh pembanding (harus diketahui oleh prinsipal apabila permohonan banding diajukan oleh kuasanya) dengan menyertakan akta panitera.
    17. Pencabutan permohonan banding harus segera dikirim oleh Panitera ke Pengadilan Tinggi disertai akta pencabutan yang ditandatangani oleh Panitera.
Sumber:
- Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Perdata Umum dan Perdata Khusus, Buku II, Edisi 2007, Mahkamah Agung RI, Jakarta, 2008, hlm. 4-7.


Berita Lainnya

Pengumuman

Agenda Pengadilan